Syukuran 8 Saudara Fransiskan

Keluarga Fransiskan Provinsi Indonesia merayakan syukuran hidup membiara dan imamat kedelapan saudara di Kapel Panti Asuhan Vincentius Putera, Kramat-Jakarta Pusat, Selasa, (25/10/2011). Tiga orang yang merayakan 50 tahun hidup membiara adalah Sdr. Alfonsus Suhardi OFM, Sdr. Kornelius Keyrans OFM dan Sdr. Petrus Jehadan OFM. Yang merayakan 40 tahun hidup membiara, Sdr. Willy Kotten OFM, Sdr. Feliks Kabupung OFM dan Sdr. Marcel Onggol OFM. Sedangkan Sdr. Marianus Kua OFM merayakan 25 tahun hidup membiara dan Sdr. Antonius Eddy Kristiyanto OFM serta Sdr. Vincent Kwek OFM (berada di Tanah Suci) merayakan 25 tahun imamat.

Misa konselebrasi dipimpin Mgr Mikhael Angkur OFM. Koor dipersembahkan oleh saudara-saudara muda dan diiringi musik kulintang.

Dalam khotbah yang dibawakan oleh Sdr. Eddy Kristiyanto, ia menegaskan, pilihan menjadi pengikut Kristus selalu menuntut tiga syarat, yakni tidak selalu mau tinggal dalam kenyamanan, tidak menuntut jaminan dan tidak mendua hati. Ia menambahkan, hal ini tentu menjadi tantangan serius bagi kehidupan kaum religius saat ini, juga dalam upaya untuk terus-menerus menghidupi semangat fransiskan.

Dalam sambutan usai misa, Pelayan Provinsi OFM-Indonesia, Sdr Adrianus Sunarko OFM berterima kasih atas pelayanan dan pengabdian yang telah diberikan oleh kedelapan saudara ini. ”Saudara-saudara telah melakukan banyak hal untuk Gereja”, ungkapnya. Mengutip kata-kata St. Klara dari Assisi, ia berpesan agar para pestawan terus menyadari hakikat panggilan yang mereka pilih.

Setelah misa acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng dan penampilan seni dari keluarga fransiskan-fransiskanes yang diadakan di depan kapel. Sekitar 300-an umat menghadiri acara ini.

Ryan Dagur, OFM

Kedelapan pestawan sedang membarui lagi kaul mereka di hadapan Provinsial OFM Indonesia, Adrianus Sunarko OFM

Kedelapan pestawan sedang membarui lagi kaul mereka di hadapan Provinsial OFM Indonesia, Adrianus Sunarko OFM

Umat memberi salam kepada para pestawan

Umat memberi salam kepada para pestawan

Post navigation

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *