
Para imam yang bertugas menggembalakan umat di paroki-paroki Dekanat Perbatasan Indonesia-Malaysia.
Nanga Kantuk, OFM — Orang Muda Katolik (OMK) Sedekanat Perbatasan Indonesia-Malaysia berkumpul di Nanga Kantuk pada tanggal 21-23 Juni 2023. Para muda-mudi yang berasal dari dari Paroki St. Martinus-Banua, Paroki St. Dismas-Lanjak, Paroki St. Monfort-Badau, dan selaku tuang rumah, Paroki St. Paulus, Nanga Kantuk, berkumpul bersama dalam suasana persaudaraan. Melalui sejumlah kegiatan, mereka merefleksikan tema, “Meneladani Maria: Orang Muda Bangkit dan Bersaksilah.”
Pastor Georgius Harahan OFMCap, Dekan Dekanat Perbatasan dalam sambutannya menjelaskan bahwa selaras dengan arah dasar Keuskupan Sintang di Tahun Iman, OMK diajak untuk mendalami dan menghayati peran Maria dalam Iman Katolik. “Peran Maria dalam sejarah keselamatan dan bagaimana Gereja menghormati Maria harus didalami dan dihayati oleh orang muda,” tegas Pastor George.

Penyambutan rombongan OMK dengan tarian adat khas Dayak Iban.
“Orang Muda Katolik harus menunjukkan iman yang tidak terbatas; tidak takut mendalami, menghayati, serta tidak gentar memberi kesaksian. Meskipun berada di perbatasan, iman Orang Muda Katolik di Dekanat Perbatasan hendaknya tidak terbatas” kata Pastor Kolek dalam misa pembukaan acara temu OMK.
Guna mendalami tema tersebut, tim panitia melibatkan tiga komisi dari Keuskupan Sintang, yaitu Komisi Kitab Suci, Komisi Kateketik, dan Komisi Liturgi. Materi dari tiga komisi ini diharapkan menjadi tiga tiang penyangga bagi iman OMK terutama dalam menjalin relasi personal dengan Bunda Maria.

Peserta temu OMK dalam balutan pakaian adat khas Dayak.
Pastor Nera dari Komisi Kitab Suci dalam rekoleksi pembukaan menekankan harumnya kesaksian iman Maria sehingga digelari sebagai Rosa Mistika, Mawar yang harum, dan lain sebagainya. Pastor Kolek dari Komisi Kateketik pada sesi pertama di hari kedua (23 Juni) juga menggiring orang-orang muda untuk mendalami dogma-dogma Gereja tentang Maria dan mempertanggungjawabkan iman dalam kaitannya dengan Maria.
Kontributor: Sdri. Ersya dan Sdr. Charles Talu, OFM
Ed.: Sdr. Rio, OFM

Tinggalkan Komentar