“Tenanglah, Aku ini, jangan takut!”

Para saudara yang mengikrarkan kaul kekal (ki-ka): Sdr. Abril Dos Santos, sdr. Wilfridus Papin, sdr. Wahyu Presetyo, sdr. Rolansius Lantur, sdr. Guido Ganggus

Ordo Saudara Dina Provinsi Indonesia kembali bersukacita. Berkat kemurahan Tuhan lima orang Saudara Dina dengan penuh keyakinan mengikrarkan Kaul Kekal. Para saudara tersebut adalah sdr. Abril Dos Santos OFM, sdr. Wilfridus Papin OFM, sdr. Yohanes Wahyu Prasetyo OFM, sdr. Rolansius lantur OFM, dan sdr. Guido Ganggus OFM. Ekariati perayaan kaul kekal kelima saudara ini dilaksanakan di Gereja Hati Kudus (GHK), Kramat Raya, Jakarta Pusat (Senin, 16/8/21), dan ditayangkan secara streaming melalui kanal Youtube OFM Indonesia dan Komsos GHK. Perayaan ekaristi dipimpin oleh Minister Provinsi OFM, sdr. Mikhael Peruhe OFM, dengan didampingi oleh sdr. Agustinus Nggame OFM (Magister Saudara Muda), dan sdr. Yustinus Agung Setiadi OFM (Pastor Paroki GHK). Meskipun diadakan secara sederhana dan dalam suasana pandemi, serta dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, upacara pengikraran kaul kekal tersebut tetap berjalan dalam sukacita persaudaraan.

Pater Provinsial, dalam homilinya, menggarisbawahi tiga pokok yang menjadi ajakan Yesus kepada para pengikut-Nya. Pertama, seperti Yesus yang pergi meninggalkan orang banyak ketika berada di puncak popularitas karena mukjizat yang Ia buat, maka kita juga harus berani meninggalkan semua kebanggan duniawi untuk dapat secara bebas memeluk kedinaan, suatu cara hidup yang diturunkan Fransiskus Asisi kepada kita semua. Kedua, ajakan untuk mau tinggal dalam keheningan doa sebagaimana Yesus yang pergi mengasingkan diri dari antara orang banyak untuk tinggal dalam keheningan doa. Hal tersebut sejalan pula dengan ajakan Fransiskus Assisi bagi para saudaranya untuk tidak memadamkan semangat doa di tengah kesibukan pelayanan. Dalam keheningan doa kita dapat memperbarui visi dan misi kita sebagai saudara dina. Ketiga, ajakan untuk beriman dan percaya kepada Allah di tengah badai kehidupan kita. Kita seharusnya berseru kepada Yesus sebagaimana Petrus yang berseru mohon pertolongan Tuhan ketika tenggelam dalam badai. Kemampuan manusiawi kita semata tidak dapat mengatasi badai kehidupan yang datang silih berganti.

Selanjutnya pada akhir misa, mewakili para pestawan, sdr. Rolan Lantur OFM melambungkan rasa syukur atas rahmat panggilan yang telah mereka terima dan mereka jalani. Motto yang dipilih, “Tenanglah, Aku ini, jangan takut!” (Mrk. 6:50), melukiskan perjalan hidup mereka yang tak lepas dari rasa takut, cemas, dan keragu-raguan. Motto ini menyadarkan mereka bahwa Tuhan lebih berkuasa atas segala ketakutan mereka. Kuasa Tuhan itu, secara nyata mereka alami dalam diri sesama. Oleh karena itu, pada akhir kata sambutannya, sdr. Rolan memohon doa dan dukungan dari semua pihak, agar mereka tetap setia pada cara hidup seorang Saudara Dinia. Pace e bene.

Sdr. Ambrosius Haward, OFM

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *