Tiga belas (13) Orang Muda Memulai Masa Postulat di Biara OFM St. Yosep Pagal-Flores


Pada 30 juli 2020, tepat pkl. 18.00 WITA, 13 orang muda yang tertarik dengan cara hidup Fransiskus dari Assisi memulai masa Postulat di Postulat Biara St. Yosep Pagal, Manggarai, Flores. Acara penerimaan dilaksanakan dalam perayaan Ekaristi di Kapel Biara St. Yosep Pagal yang dihadiri oleh para saudara yang berkarya di Pagal dan seorang suster, mengingat pandemi Covid-19. Mereka akan menjalankan masa Postulat selama lebih kurang 10 bulan. Ketiga belas orang muda tersebut berasal dari berbagai macam latar belakang daerah dan seminari; 4 orang berasal dari Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo, 2 orang berasal dari Seminari Pius XII Kisol, 4 orang berasal dari Seminari Yohanes Berkhmans Mataloko. 2 orang berasal dari Aspiran (Pra Postulat) OFM Pagal, dan 1 orang berasal dari Seminari Hokeng.

Dalam khotbahnya, Sdr. Asep Cahyono OFM mengatakan bahwa “Hidup kita adalah sebuah proses pembentukan diri. Kita semua perlu membuka diri dan memiliki kemauan untuk dibentuk baik oleh Allah maupun oleh orang-orang di sekitar kita dalam pengalaman hidup sehari-hari.” Lebih lanjut, Saudara Magister Postulan ini menerangkan, “Seperti tanah di tangan tukang periuk, kita semua adalah tanah liat yang dibentuk oleh Tuhan sang Tukang periuk”.

Sebelum diterima ke dalam Formasi Postulat, ketigabelas orang muda ini mengikuti Triduum pada 28-30 Juli 2020. Di bawah bimbingan Sdr. Asep OFM, Sdr. Aris Nana OFM (TOPer Postulat) dan Sdr. Latif OFM, para saudara postulan ini diajak untuk kembali merenungkan motivasi dan panggilan untuk mematangkan diri menjalankan masa pendidikan postulat. Mereka merenungkan tujuan mereka datang dan memilih cara hidup sebagai Fransiskan, dipandu dengan sebuah pertanyaan, “Untuk Apa datang ke sini?” (Ad quid Venisti?).

Hadir dalam acara ini, Gardian Fonte Colombo Flores, yakni Sdr. Damas Ujan, OFM. Dalam sambutannya Sdr. Damas mengajak para postulan untuk belajar dan menekuni warisan spiritual St. Fransiskus Assisi.  “Para saudara masuk ke dalam sebuah perguruan yang didirikan oleh St. Fransiskus dari Assisi. Di dalam perguruan ini, para saudara diundang untuk belajar jurus-jurus yang diwariskan oleh St. Fransiskus Assisi. Jurus itu antara lain, persaudaraan, kedinaan dan kerendahan hati, ” kata Sdr. Damas.

 

(Laporan) Sdr. Asep Cahyono OFM

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *