Close to God, Close to the Order

Jakarta – OFM, Bertempat di Aula St. Antonius, Paroki Kramat, para Saudara Dina yang berkarya di paroki-paroki di wilayah Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Sufragan Bogor mengadakan pertemuan pada hari Rabu (6/03/2024). Sebanyak 10 orang Saudara Dina yang bertugas sebagai pastor paroki dan pastor rekan saling berbagi refleksi pastoral. Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Dapur Penginjilan dan Spiritualitas (DPS). Berlangsung sejak pukul 10.00 WIB hingga 14.00 WIB, pertemuan ini dipandu oleh Direktur DPS, Sdr. Gusti Nggame OFM. Para saudara yang bertugas sebagai pastor paroki dan pastor rekan/vikaris parokial berbagi refleksi dan pengalaman pastoralnya.

Pertemuan para Saudara Dina yang bertugas sebagai pastor paroki dan rekan dipandu oleh Sdr. Gusti Nggame OFM, Direktur DPS.

Dalam pertemuan tersebut Minister Provinsi hadir memberikan input. Beliau menggarisbawahi kerangka pelayanan para Saudara Dina di paroki dengan mengacu pada pidato yang disampaikan Paus Fransiskus di hadapan para imam dalam Simposium  Internasional Teologi Imamat pada tanggal 17 Februari 2022 lalu. Dalam pidato tersebut dua kata kunci yang disampaikan oleh Paus Fransiskus adalah “Imamat dan Kedekatan” (Priesthood and Closeness). “Ada empat pilar yang menopang hidup seorang Imam, yaitu closeness atau kedekatan dengan Tuhan, Uskup, Rekan Imam dan Umat. Menurut Paus Fransiskus, keempatnya saling berkaitan satu sama lain,” jelas Sdr. Mike.

“Seorang imam dipanggil untuk membangun kedekatan relasi dengan Allah. Itu adalah tugas yang paling pertama dari para imam. Mengapa? Kedekatan dengan Allah itu bermaksud untuk menarik (baca:mendapatkan) semua kekuatan yang diperlukan untuk pelayanan. Dalam kitab suci kita membaca, ketika Yesus berkeliling mewartakan kabar gembira, Dia juga mengungsi dalam keheningan demi menyediakan waktu bagi Bapa-Nya supaya Ia semakin jernih memahami misi-Nya yang diterima dari Bapa bagi keselamatan umat manusia. Karena itu, seorang Imam mesti membangun kedekatan dengan Allah dalam doa dan kontemplasi. Ini sekaligus menjadi kesaksian hidup imamat kita di tengah-tengah umat,” jelas Pater Mike.

Minister Provinsi, Sdr. Mike Peruhe, OFM memberikan materi di hadapan para Saudara Dina. Kedekatan dengan Allah adalah kunci untuk membangun kedekatan dengan sesama imam, Uskup, dan umat.

Kritik korektif juga beliau sampaikan terkait kualitas kedekatan dengan Allah ini. “Ada banyak keluhan dari umat bahwa kita ini seperti aktivis dan manajer yang bekerja di kantor-kantor dari pagi sampai sore dan kemudian kelihatan kita tidak membutuhkan waktu untuk berdoa di dalam komunitas pastoran. Kedekatan dengan Tuhan ini akan sangat berpengaruh pada kedekatan dengan Uskup, rekan Imam, dan umat Allah,” tambah Sdr. Mike.

“Satu hal yang perlu saya tambahkan. Perlu adanya juga kedekatan para saudara yang berkarya di Paroki dengan Persaudaraan, atau closeness to the order,” usul Sdr. Agung Setiadi  dalam sesi diskusi dan sharing, setelah Sdr. Mike memberikan materi.  Pada sesi tersebut, para saudara menjelaskan secara singkat profil paroki yang dilayani. Selain itu, setiap saudara membagikan pengalaman pastoral yang mereka alami dan juga dinamika hidup bersama dalam komunitas pastoran masing-masing.

Sdr. Anton Widarto OFM, Pastor Paroki St. Paulus Depok membagikan pengalaman pastoralnya di hadapan para saudara yang lain.

Selepas makan siang, di bawah arahan Sdr. Gusti Nggame OFM, para saudara berdiskusi perihal kelanjutan pertemuan ini. Titik fokus diskusi adalah kelanjutan pertemuan dalam bentuk kerja sama dan kolaborasi program kerja antarparoki Fransiskan di wilayah Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Sufragan Bogor. Pertemuan bagi para pastor paroki Fransiskan ini tidak hanya dijalankan di lingkup Jakarta dan Bogor. Dalamrencanayang telah dibuat oleh DPS, agenda serupa dijalankan untuk semua Saudara Dina yang bertugas di paroki di sejumlah wilayah keuskupan.

 

Kontributor: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar