Gugus Covid Fransiskus

Yayasan Persekolahan Santo Fransiskus Jakarta membentuk tim gugus Covid-19. Tim yang dibentuk pada 3 Juli 2021 ini beranggotakan 14 orang. Sdr. Matius Batubara OFM selaku Ketua Yayasan Fransiskus berperan sebagai penasihat tim, dibantu oleh beberapa pengurus harian Yayasan beserta para guru TK hingga SMA/SMK Fransiskus. Tim yang dikepalai Bapak Fery Fredericus, S.Pd, Wakil Kepala SD Fransiskus ini sepakat memberi nama “Gugus Covid Fransiskus” pada tim kerja ini. Selain para pengurus dan guru Yayasan, tim ini juga dibantu oleh tiga dokter, antara lain dr. Eduard Tambunan, dr. Suwardika Putra (Orangtua Wali Murid SD), dan dr. Br. Albertus Bambang Tri Margono OFM. Salah satu dari ketiganya, yakni dr. Eduard merupakan alumnus SD Fransiskus dan SMA Fransiskus 2 Kampung Ambon.

Tim Gugus Covid Fransiskus ini dibentuk sebagai respons cepat terhadap kondisi beberapa guru, karyawan, siswa, dan orangtua/wali murid sekolah Fransiskus yang terdampak covid-19 dan yang sekarang ini sedang melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Sdr. Matius Batubara OFM, dalam suratnya tertanggal 14 Juli 2021 mengungkapkan bahwa “Gugus Covid Fransiskus” akan membantu segenap murid, guru, karyawan-karyawati dan orang tua/wali murid yang terdampak pandemi. Tim ini bekerja semenjak diberlakukannya PPKM Darurat, yang dalam keputusan Presiden Joko Widodo berlaku di daerah Jawa dan Bali mulai 3 sampai 20 Juli 2021, serta berdasarkan arahan dari Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan.

Celengan Persaudaraan, Aksi Solidaritas

Beberapa hari setelah dibentuk, Gugus Covid Fransiskus (selanjutnya GCFr) langsung mengadakan program berbagi Rp.10.000,-/orang. Program berbagi yang dinamakan “Celengan Persaudaraan” ini merupakan gerakan  khusus yang ditujukan kepada seluruh siswa, orang tua/wali murid, guru dan karyawan Yayasan Fransiskus untuk menyatakan kepedulian konkret bagi sesama saudara di dalam keluarga besar Yayasan Fransiskus yang terdampak pandemi. Tim GCFr menyediakan media bagi siapa saja yang ingin menyalurkan bantuan dalam berbagai bentuk; uang, sembako, hand sanitizer, masker, obat-obatan, vitamin, dan beberapa kebutuhan lainnya.

Tim GCFr akan terus berkoordinasi dan memantau kondisi semua anak didik, orang tua/wali murid, karyawan/ti dan guru-guru yang selama PPKM Darurat ini terdampak pandemi. Tim akan bekerja maksimal dan sebisa mungkin memastikan agar segenap anggota keluarga besar Yayasan Persekolahan Fransiskus dapat dibantu dan bisa mengatasi kesulitan di masa pandemi ini. P. Matius Batubara OFM, penasihat tim GCFr, dalam suratnya mengungkapkan bahwa bantuan yang nanti diperoleh dari program “Celengan Persaudaraan” serta bantuan lainnya akan disalurkan langsung kepada Saudara dan Saudari yang terdampak Covid-19. “Bantuan dari siapa saja akan sangat berarti bagi Saudara dan Saudari kita yang terdampak Covid-19,” ungkap P. Matius.

Selain aksi solidaritas seperti memberikan bantuan dan sebagainya, pihak Yayasan juga merasa perlu dan wajib melakukan sosialisasi yang terorganisir demi membuka wawasan seluruh anggota keluarga besar Yayasan dalam menyikapi masalah pandemi ini. Untuk itu tim GCFr, pada 8 Juli 2021 menyelenggarakan webinar dengan tajuk “Sosialisasi Covid-19 dan Isolasi Mandiri” yang dibawakan oleh dr. Eduard Tambunan. Webinar yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam 30 menit ini dihadiri oleh segenap keluarga besar Yayasan Santo Fransiskus Jakarta.

Aksi solidaritas Yayasan Fransiskus terus bergema. Dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, Tim GCFr bekerja dengan penuh semangat untuk memastikan kesehatan dan keselamatan segenap keluarga besar Yayasan Santo Fransiskus. Pelbagai aksi konkret sebagai bentuk solidaritas sudah dilakukan oleh Yayasan Fransiskus, melalui tim GCFr di antaranya adalah mengunjungi keluarga yang terdampak pandemi, untuk menyapa (kendati dari kejauhan) dan memberikan bantuan berupa sembako, dan aneka kebutuhan hidup lainnya. Beberapa anggota tim, antara lain P. John Tukan OFM, Bapak Fery Pakpahan, dan lainnya turun langsung ke lapangan.

Sekadar untuk diketahui, Yayasan Santo Fransiskus Jakarta yang sudah berusia 55 ini menaungi beberapa unit persekolahan mulai dari TK hingga SMA yang terletak di dua lokasi, yakni Kramat Raya, Jakarta Pusat dan Kampung Ambon, Jakarta Timur. Beberapa unit persekolahan itu antara lain TK Fransiskus Kramat, SD Fransiskus Kramat, SMP Fransiskus 1 Kramat, SMA & SMK Fransiskus 1 Kramat, serta SMA & SMK 2 Fransiskus Kampung Ambon. Sejak Maret 2020 lalu, ketika wabah corona melanda Tanah Air, proses pembelajaran di semua unit persekolahan Yayasan Fransiskus Jakarta dilakukan secara online (PJJ).

 

Efendy Marut OFM

 

 

 

 

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *