Jika Aku Lemah, Maka Aku Kuat: Menjadi Saksi Allah dalam Kerendahan dan Kesetiaan

Para saudara yang mengikrarkan kaul kekal, (ki-ka): Sdr. Sergio Maria Soares, OFM , Sdr. Mikael Gabra Santrio, OFM, Sdr. Domingos Xavier, OFM, Sdr. Santono Situmorang, OFM

Senyuman bahagia terlukis di wajah setiap para Saudara Dina di berbagai pelosok bumi Nusantara. Sumber kebahagiaan itu datang dari Jakarta Pusat. Bukan karena masa pandemi Covid-19 telah berlalu atau bukan karena cuaca ibukota yang cerah. Tetapi kebahagiaan itu muncul ketika keempat Saudara Dina dengan mantap dan tegas mengikrarkan janji setia seumur hidup untuk mengabdi Allah seturut teladan hidup Santo Fransiskus Assisi. Saudara yang mengikrarkan kaul kekal adalah: Sdr. Santono Situmorang, OFM, Sdr. Mikael Gabra Santrio, OFM, Sdr. Domingos Xavier, OFM dan Sdr. Sergio Maria Soares, OFM. Pengikrarkan kaul kekal dilaksanakan dalam perayaan ekaristi kudus pada Sabtu, 15 Agustus 2020, di Gereja Hati Kudus, Kramat, Jakarta Pusat. Perayaan penuh syukur ini dipimpin oleh Sdr. Mikael Peruhe, OFM (Provinsial OFM Indonesia), Sdr. Daniel Klau Nahak, OFM (Vikaris OFM Provinsi Indonesia), Sdr. Agustinus Laurentinus Nggame, OFM (Definitorium), Sdr. Yustinus Agung Setiadi, OFM (pastor Paroki Kramat) dan Sdr. Tauchen Hotlan Girsang, OFM (moderator on going formation).
Akibat situasi pandemi Covid-19 yang belum berakhir, upacara penerimaan kaul kekal dilakukan dalam lingkup terbatas dan secara sederhana. Hanya diikuti oleh sebagian saudara saja dari Gardianat Jakarta dan Depok. Bahkan orangtua dari keempat saudara yang berkaul kekal tidak dapat hadir secara langsung mengikuti perayaan penuh syukur ini. Meski demikian, keluarga dari keempat saudara tersebut dan seluruh umat masih bisa menyaksikan perayaan kaul kekal secara daring melalui siaran streaming yang ditayangkan melalui kanal youtube OFM Indonesia dalam kerja sama dengan Komsos Paroki Hati Kudus Kramat.

Dalam kotbahnya, Sdr. Mikael Peruhe, OFM mengingatkan para saudara (terutama yang berkaul kekal) akan perkataan yang pernah disampaikan oleh Bapa Santo Fransiskus Assisi dalam Anggaran Dasar tentang bahaya kesombongan, memegahkan diri dan kemuliaan sia-sia yang memadamkan semangat kerendahan hati. Hal senada disampaikan oleh Sdr. Iki, OFM dalam kata sambutannya. Menurut Sdr. Iki mereka berempat bisa mengikrakan kaul kekal bukan karena mereka cerdas, hebat, luar biasa dan sempurna. Namun mereka menyadari bahwa perjalanan hidup panggilan mereka hingga saat ini, terjadi atas rahmat Allah. Mereka adalah pribadi yang rapuh, terkadang jatuh dalam keegoisan. Tuhan lah yang berkarya dalam diri mereka. Allah sendiri yang memberi kekuatan kepada mereka, sehingga pada hari yang berahmat ini, mereka dengan mantap dan yakin mengucapkan janji setia untuk membaktikan diri kepada Allah seutuhnya.

Setelah perayaan ekaristi selesai, acara dilanjutkan dengan santap siang bersama di komunitas St. Fransiskus Assisi Kramat. Sore harinya, pada pukul 18:30 diadakan syukuran di halaman depan Biara Fransiskus Assisi Kramat. Walaupun dirayakan secara sederhana, namun tidak memadamkan semangat sukacita persaudaraan. Acara syukuran ini hanya diikuti oleh para saudara dari komunitas Fransiskus, komunitas Provinsialat, komunitas Pastoran Paroki Hati Kudus Kramat, komunitas Panti Asuhan Vicentius, dan para saudara dari komunitas Pastoran Paroki Paskalis. Acara syukuran ini diisi dengan beberapa mata acara yang dibawakan oleh saudara muda komunitas Fransiskus Assisi Kramat dan ditutup dengan acara papi (patah pinggang) atau goyang bersama.
Profisiat untuk keempat saudara, semoga tetap setia menjalani hidup sebagai Fransiskan. Tetap semangat dalam mengabdi dan menjadi pelayan Tuhan.

Laporan Sdr. Fandrosel Nadut, OFM

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *