Sdr. A. Eddy Kristiyanto, OFM, seorang Fransiskan yang mengabdikan diri di lembaga pendidikan STF Driyarkara, Jakarta membagikan pengalaman pelayanannya selama liburan akademis kampus. Liburan bukan tentang waktu berleha-leha tetapi tentang berpindah locus pelayanan dari ruang-ruang kuliah kepada ruang-ruang perjumpaan lain. Kali ini beliau membagikan kisahnya dalam membantu Para Saudari SFD. Simak kisahnya!

Sdr. Eddy Kristiyanto bersama TIRKONS SFD
Setelah istirahat dua hari penuh dari perjalanan Roma – Jakarta (transit selama 8 jam di Abu Dhabi), maka “Saudara Keledai” (baca: badan) beroleh kekuatan kembali. Di sela-sela kesibukan di Roma dan perjalanan jauh itu, saya menyempatkan diri membaca sejumlah paper UAS dari beberapa mata kuliah yang saya ampu. Semua paper saya baca dan cermati. Saya memberikan komentar, koreksian, dan nilai. Lantas, perjalanan menuju Medan pada tanggal 13 Juli 2023 ditempuh dengan ringan tanpa beban. Tugas wajib sebagai pengajar sudah kelaar sama sekali.
Menjelang tengah hari “Batik” berbadan besi itu mendapat mulus di Bandara Kualanamu. Delapan biarawati SFD sudah menanti kedatangan saya. Mereka adalah anggota TIRKONS SFD, yakni Tim Revisi Konstitusi dan Statuta SFD. Mereka datang dari Banjarmasin, Yogyakarta, dan Medan. Mereka telah mengatur jadwal penerbangan supaya akhirnya kami berangkat bersama dengan mobil HiAce menuju Mary Home, Brastagi.
Sentuhan Terakhir
Kapitel Konggregasi SFD ke-4 di Syantikara (Yogyakarta), September 2019, memutuskan untuk merevisi Konstitusi dan Statuta edisi 4 Juli 2015. Konstitusi & Statuta 2015 hampir semuanya dikerjakan oleh (alm.) Mgr. Anicetus B. Sinaga OFMCap., Uskup Agung Medan. Kendati turut membaca draft terakhir, namun terus-terang saja, saya tidak begitu krasan.
Rasa tidak begitu krasan ini beralasan. Konstitusi & Statuta 2015 mengutip banyak dari Konstitusi Umum Capusin, kurang memanfaatkan khazanah Anggaran Dasar Ordo Ketiga Regular St. Fransiskus Assisi, yang disahkan oleh Paus Yohanes Paulus II pada 8 Desember 1982 ‒ sebagaimana seharusnya bagi ordo ketiga regular. Selain itu, juga sama sekali tidak memanfaatkan warisan rohani Ibu Pendiri (Constance van den Linden) dan tradisi sehat Joanna van Jesus serta kurang karya dalam mengelaborasi spiritualitas yang berdasar pada karya-karya St. Fransiskus Assisi yang sudah dikerjakan Kajetan Esser, dlsb.
Atas dasar amanat Kapitel SFD tahun 2019 tersebut, TIRKONS SFD mengundang saya untuk memfasilitasi, menyemangati, membantu memformulasikan pekerjaan tim, dan memastikan sasaran atau target pekerjaan. Saya menyanggupi untuk terlibat dalam karya ini ‒dengan berpaling pada karya bersama Sdr. F.A. Oki Dwihatmanto, OFM dan Sdr. A. Eddy Kristiyanto, OFM berikut tim dari Konggregasi FCh pada tahun 2018, yakni menghasilkan revisi total Konstitusi dan Statuta FCh.
Saya pun mulai merancang strategi kerja. Langkah awal adalah mengumpulkan sumber-sumber tentang Ibu Pendiri, gerakan Peniten-Rekolek, Reformasi Limburg (Joanna van Jesus), sejarah para pendahulu Suster Fransiskan Dongen, tulisan-tulisan tentang (karya) Fransiskus Assisi, dokumen konsili, dokumen tentang hidup bakti, ensiklik dan surat apostolik, KWI dan gereja lokal, dan lain sebagainya. Tak lupa pula untuk mempelajari Konstitusi dan Statuta SFD sendiri maupun tarekat lain, dan seterusnya.
Sekitar dua setengah tahun kami bekerja termasuk ketika pagebluk Covid-19 melanda dunia. Pada masa pandemi, tim tetap bekerja dengan keuletan yang terpuji. Hasil studi selalu disajikan dalam format presentasi. Masa ini pun kami tengarai sebagai “penuh Rahmat”, mengingat kami tetap bisa memberikan yang terbaik melalui media dan platform Zoom.
Belasan kali TIRKONS bertemu baik face to face terutama sebelum dan sesudah pandemi maupun maupun melalui media elektronik. Pertemuan TIRKONS dari tanggal 13-25 Juli 2023 merupakan “babatan” dan “sentuhan” terakhir yang paling lama. Hal ini disebabkan oleh harapan nyata, bahwasanya Draft Konstitusi dan Statuta ini akan dipresentasikan dalam Kapitel SFD pada awal bulan September 2023.
Semua anggota TIRKONS berbulat hati dan budi serta saling mendukung demi terwujudnya draft yang pantas dipersembahkan kepada semua anggota SFD. Apa yang kami harapkan benar-benar didengarkan-Nya.Pada hari Selasa, 25 Juli 2023 draft selesai. Tim Kecil masih perlu menindaklanjuti dengan mengirimkannya kepada semua komunitas. Maksudnya, Ministra Komunitas diharapkan mengerahkan semua anggota untuk membaca dan menyikapi draft dengan teliti. Jika sekiranya ada pernyataan atau pernyataan, hal itu dapat disampaikan kepada Tim Kecil. Tim Kecil yang akan membahasnya dalam temu virtual pada tanggal 18 Agustus 2023.

Saudara “keledai” turut mendukung karya Sdr. Eddy Kristiyanto.
Hikmah dibalik Peristiwa
Secara pribadi saya mengapresiasi (semangat) kerja dalam tim. Semua anggota tim bertekad dan bersedia untuk terus belajar dan menyempurnakan diri demi pelayanan yang terbaik. Semangat tersebut mempermudah kemungkinan tercapainya tujuan hidup religius, yakni kekudusan melalui hidup dan karya sebagai Suster-Suster Fransiskus Dina.
Inilah butir-butir yang bernilai emas-berlian. Nilai ini ditopang sepenuhnya oleh kekuatan doa yang tekun dari semua anggota SFD. Setiap hari semua komunitas SFD mengungkapkan intensi istimewa ini, yakni agar TIRKONS dikaruniai oleh Roh Tuhan, kekuatan-Nya menyelesaikan tugas pada waktunya.

Sdr. Eddy Kristiyanto bersama TIRKONS SFD tidak lupa menikmati keindahan alam ciptaan-Nya di sekitaran Danau Toba.
Ikhtiar mendampingi TIRKONS ini saya maknai secara khusus. Pertama, pelan-pelan saya memperoleh kembali kekuatan kesembuhan. SFD telah menjadi salah satu pihak yang menjamin saya hidup kembali dan menemukan nyawa kedua saya. Sepenuhnya saya sadar bahwa stroke ada kalanya membuat orang kemudian menjadi “manja”, tidak bisa ‒ tidak mau aktif. Dengan ini saya menegaskan bahwa Komunitas Duns Scotus, STF Driyarkara, Persaudaraan OFM, Tarekat FSGM, Keuskupan Agung Jakarta, etc. dan kali ini Suster-Suster Fransiskus Dina (SFD) telah membangkitkan saya! Terima kasih.
Kedua, sebagaimana saya sendiri meyakini bahwa Allah terus-menerus memakai keterbatasan diri saya demi membantu SFD, demikian SFD juga berharap daya ilahi itu menjadi stigma yang mencirikenalkan SFD pada dunia yang dilayaninya. Semoga SFD berada pada track yang tepat, berdiri pada tujuan hidup yang benar, dan menjadi tanda pertobatan sejati yang efektif. Dengan demikian, bukanlah hal mustahil akan terwujud semangat baru yang terumus dalam sesanti Gaudete in humilitate.
Kontributor: Sdr. Eddy Kristiyanto, OFM
Ed.: Sdr. Rio, OFM

Keren bangat Pater. Terimakasih atas bantuannya untuk kongregasi SFD. Semoga Pater tetap sehat dan panjang umur. Gaudete in humilitate Horas…. Salam SFD