Pacet, OFM — Bertepatan dengan Pesta Santo Simon dan Yudas Rasul, Sabtu, 28 Oktober 2023, Para Saudari Klaris mengakhiri kapitelnya. Kapitel berlangsung sejak hari Kamis (26/10) hingga Sabtu (28/10) di Biara Santa Klara, Pacet, Sindanglaya, Jawa Barat. Kapitel dimulai dengan rekoleksi yang dibawakan oleh Sdr. Mikael Peruhe, OFM. Beliau sekaligus menjadi moderator kapitel dan visitator kanonik  untuk para Saudari Klaris.

Sdr. Mike Peruhe OFM sebagai moderator Kapitel sedang menyampaikan materi di hadapan para Saudari Klaris

Tema kapitel pada tahun ini adalah ”Dengan Semangat Sinodal Merajut Persaudaraan yang Solid dan Harmonis menuju Masa Depan yang Cerah”. Semua Saudari Klaris yang berprofesi kekal (15 orang) berpartisipasi dalam kapitel ini. Selain itu, pada kapitel ini, para Saudari Klaris juga memilih beberapa saudari sebagai dewan pimpinan yang baru. Pemilihan dilangsungkan secara tertutup. Sdr. Bartolomeus Jandu, OFM dan Sdr. Nasarius Trimuryanto, OFM turut terlibat sebagai saksi dalam pemilihan tersebut. Dewan Pimpinan Para Saudari Klaris yang baru adalah sebagai berikut: Abdis: Sr. Caecilia, OSC, Wakil Abdis: Sr. Helena, OSC, Dewan I: Sr. Elisabeth, OSC, Dewan II: Sr. Theresia, OSC, Dewan III: Sr. Margaretha, OSC.

Para “Pelayan” untuk Para Saudari Klaris. Ki-ka: Dewan III: Sr. Margaretha, OSC, Dewan II: Sr. Theresia, OSC, Abdis: Sr. Caecilia, OSC, Dewan I: Sr. Elisabeth, OSC, Wakil Abdis: Sr. Helena, OSC.

Kapitel diakhiri dengan Perayaan Ekaristi pada pukul 11.00 WIB di Kapel Biara St. Klara. Perayaan penuh syukur ini dipimpin oleh Minister Provinsi, Sdr. Mikael Peruhe, OFM. Turut hadir dalam Perayaan Ekaristi ini para saudara dari Gardianat Carceri: Sdr. Nasarius Trimuryanto, OFM, Sdr. Martin Harun, OFM, Sdr. Gabriel Maing, OFM, Sdr. Ignatius Wagut, OFM, dan Sdr. Bartolomeus Jandu, OFM.

Perayaan Ekaristi Penutupan Kapitel di Kapel Biara St. Klara, Pacet.

Sdr. Mikael, OFM mengawali homilinya dengan membacakan Nyanyian Fransiskus untuk Membesarkan Hati Perempuan-perempuan Miskin di San Damiano. “Dengarkanlah, hai perempuan-perempuan miskin yang dipanggil oleh Tuhan, kamu yang dikumpulkan dari banyak wilayah dan daerah: Hendaklah kami selalu hidup dalam kebenaran, sehingga kamu dapat mati dalam ketaatan,” demikian nukilan nyanyian tersebut. “Meskipun di dalam pingitan, mari kita menjadi pendengar di balik tembok,” ungkap Sdr. Mikael sambil memberikan contoh nyata St. Fransiskus Assisi sebagai manusia pendengar Sabda Tuhan. Juga, Sdr. Mikael memberikan pesan kepada para pimpinan baru yang adalah para pelayan. “Para pelayan inilah yang mewujudnyatakan kasih Allah yang invisible, sehingga menjadi visible,” tukasnya.

Kontributor: Sdr. Vincent, OFM

Ed.: Sdr. Rio, OFM 

Tinggalkan Komentar