Menjadi Fransiskan di Tengah Krisis Pasca Pandemi

Cisarua, OFM ― Bertempat di Rumah Retret Soverdi, Tugu Wacana, Cisarua, 13 orang Saudara Muda menjalani retret persiapan Tahun Orientasi Pastoral dan Tahun Orientasi Karya. Selama seminggu (27/07/2024-03/07/2024), para calon TOP-er dan TOK-er didampingi oleh Sdr. Yohanes Epa Prasetya OFM. Mereka mendalami tema retret “Menjadi Fransiskan di Tengah Krisis Pasca Pandemi”.

 Tema  retret tersebut dijabarkan dalam beberapa topik permenungan, seperti Minors and Our Time, Refleksi Dunia dan Hidup Pasca Pandemi, Kiamat yang Tak Terhindarkan, Air Sumber (Gaya) Hidup, dan lain sebagainya. Para peserta diajak untuk merefleksikan panggilan sebagai Fransiskan dalam dunia masa kini. Ajakan itu tidak hanya mengacu pada sumber-sumber spiritualitas Fransiskan. Sdr. Epa juga menunjukkan kepada para peserta kondisi yang saat ini kian rusak. Para peserta diajak membentuk kepekaan terhadap kondisi lingkungan di sekitar mereka.

Oleh karena itu, dalam sesi retret, para peserta diminta untuk bersentuhan langsung dengan alam melalui kegiatan serafik. Sebagian peserta mendaki bukit di dekat rumah retret sambil  mencari curug Batu Gede Cisuren. Sebagian lagi melakukan perjalanan ke Panti Asuhan St. Yusup Sindanglaya. Antusiasme dan kegembiraan menjalani serafik disharingkan dalam sesi pertemuan pada malam hari.

Pembaharuan kaul lima Saudara Muda dalam misa penutup retret

Selanjutnya, Sdr. Epa menghadirkan permenungan perihal hidup sebagai utusan Tuhan  berkaca dari nabi Yeremia. Sebagai utusan Tuhan, Yeremia mesti mewartakan amanat Tuhan yang sangat “keras” bagi bangsa Israel. Para peserta belajar perihal kesiapan untuk diutus ke mana saja melalui kisah hidup nabi Yeremia.  Selain itu, para peserta juga disadarkan bahwa kesiapan seorang utusan melibatkan campur tangan Tuhan di dalamnya.

Retret ditutup dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh Minister Provinsi. Dalam perayaan tersebut lima orang saudara membaharui kaul mereka. Selain itu, diadakan juga pelantikan lektor dan akolit bagi para calon TOP-er. Berakhirnya retret menandakan mereka siap diutus untuk mulai “mencicipi” perutusan dan karya sebagai seorang Fransiskan.

Adapun tugas perutusan para TOP-er dan TOK-er adalah sebagai berikut.

  1. Yusuf Raditya P. Rahadi OFM : Seminari Pius XII Kisol
  2. Hedwig O.R. Ama Ruing OFM : Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo
  3. Trivosa Kurniawan Gunardo OFM : Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu-Mataloko
  4. Yubiliano B. Nabu Pandu OFM : Postulat Pagal
  5. Paulus Yanuario Musrilan OFM : Paroki Gendang-Magalau, Keuskupan Banjarmasin
  6. Bonakasius Jebarus OFM : Paroki Nanga Kantuk, Keuskupan Sintang
  7. Stefanus Fandrosel Nadut OFM : Paroki Baradatu, Keuskupan Tanjung Karang
  8. Marianus Harianto Leto OFM : Welaluhu, Timor Leste
  9. Sekretariat Provinsi: Sdr. Irfan Afriyanto OFM : Sekretariat Provinsi
  10. Germanus Duur OFM : Panti Asuhan St. Yusup Sindanglaya
  11. Septianus Alfera OFM : Ekopastoral Atambua

Kontributor: Sdr. Kristian OFM

Ed.: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar