Menjadi Garam dan Terang bagi Sesama: Profesi Pertama Saudara-Saudara Dina

Pada hari Jumat (15/07/2022), OFM Provinsi St. Mikael Malaikat Agung, Indonesia menggelar perayaan ekaristi pengikraran Kaul Pertama bagi 18 Saudara Muda baru di Gereja Paroki St. Paulus, Depok. Kaul Pertama menandai berakhirnya masa Novisiat dan dimulainya masa formasi sebagai Saudara Muda. Perayaan ini dipimpin oleh Minister Provinsi, Sdr. Mikael Peruhe, OFM yang didampingi oleh Vikaris Provinsi, Sdr. Daniel K. Nahak, OFM dan Magister Novis, Sdr. F.A. Oki Dwihatmanto, OFM. Meskipun hujan mengguyur kota Depok sejak sore hari, Perayaan Ekaristi yang dimulai pukul17.00 hingga 19.30 WIB tersebut tetap dihadiri sejumlah undangan dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Delapan Belas Saudara Dina yang mengucapkan profesi pertama di Gereja St. Paulus, Depok pada hari Jumat (15/07/2022)

Saudara-saudara yang mengucapkan profesi pertamanya ialah:

  1. Gregorius Paskalis Lumban Batu, OFM
  2. Godrikus Yalvim Foarsy Nagang, OFM
  3. Kronelius Jorfaeldi Dadi Mema, OFM
  4. Hierovani C.K.K. Liku Sait, OFM
  5. Yohanes Alexander Siku, OFM
  6. Gabriel Barek Kokomaking, OFM
  7. Yoseph Nara Pero, OFM
  8. Yohanes Brechmans Wangge, OFM
  9. Stefanus Kristian Tri Nugroho, OFM
  10. Adrianus Dakosta, OFM
  11. Andreas Prodito Labur, OFM
  12. Melkior Ramli Deo, OFM
  13. Guidelviano Ndoi, OFM
  14. Thoebaldus Setiawan, OFM
  15. Valentino Chandra Kurniawan, OFM
  16. Yulianus Aldi, OFM
  17. Fransiskus Huba, OFM
  18. Yohanes Yorgianje Pili, OFM

Minister Provinsi dalam homilinya menyebutkan pengikraran profesi pertama sebagai titik awal perjalanan dalam sekolah kedinaan guna mencari hikmat dan kebijaksanaan. Perjalanan yang telah dimulai oleh Santo Fransiskus Assisi kini diikuti jejaknya oleh delapan belas pemuda. Perjalanan itu mempersiapkan para saudara untuk menjadi garam dan terang dunia.

Penerimaan Anggaran Dasar dan Konsitusi Umum Ordo Saudara Dina setelah pengucapan kaul.

“Garam dan terang selalu berhubungan dengan orang lain. Garam tak dapat memberi rasa pada dirinya sendiri, terang tak dapat menerangi dirinya sendiri. Menjadi garam dan terang berarti memberi diri bagi orang lain, melayani orang lain demi Tuhan. Tugas kita sebagai Saudara Dina adalah menjadikan terang Kristus itu semakin bersinar di dalam dunia, dengan tekun mewartakan Injil-Nya melalui perkataan dan perbuatan. Untuk itu, kita dipanggil untuk keluar dari diri kita, keluar dari zona nyaman kita, dan melayani orang lain demi kemuliaan Tuhan” ungkap Sdr. Mikael. Beliau juga menambahkan perihal doa sebagai resep tunggal agar peran sebagai garam dan terang tidak hambar dan redup.

Para pestawan menyanyikan lagu Maria sebagai tanda penghormatan dan keteladanan terhadap sosok Bunda Maria.

Menjelang akhir perayaan, ayah dari Sdr. Valentino Chandra Kurniawan, OFM, mewakili keluarga para neo-profes, memberikan wejangan kepada para pestawan. “Panjenengan (baca: anda) semua telah memilih jalan hidup untuk melayani Tuhan dengan bekerja di ladang-Nya. Ketika panjenengan memiliki tantangan dan godaan dalam jalan itu, janganlah ragu dan cemas. Yesus selalu hadir dalam doa, Kitab Suci, renungan, dan pelayanan,” ujarnya. Seusai perayaan, tamu undangan dan pestawan diantar dalam iringan tarian adat Ende menuju Gedung St. Yohanes Paulus II lantai III, tempat diadakannya resepsi bersama hingga pukul 22.00 WIB.

Sdr. Felisian Novendro Ambal, OFM

Ed.: Sdr. Rio, OFM

Tinggalkan Komentar