
Pose Imam baru bersama Uskup, Imam konselebran, Ceremonarius, serta Misdinar setelah Perayaan Tahbisan.
Cipanas, OFM – Pada Jumat (25/10/2024), empat Saudara Dina Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia ditahbiskan menjadi imam oleh Mgr. Paskalis Bruno Syukur OFM, Uskup Keuskupan Sufragan Bogor di Gereja St. Maria Ratu Para Malaikat, Paroki Cipanas. Keempat Saudara Dina tersebut adalah Sdr. Urbanus Tangi OFM, Sdr. Januarius Martin Stau OFM, Sdr. Theofanus Arito OFM, dan Sdr. Apolinaris Pierer Nana OFM. Memilih moto tahbisan “Karena perkataanMu itu” (Luk.5:5), keempat Saudara Dina dengan mantap memberikan diri menjadi pelayan Gereja sebagai imam setelah menjalani Masa Diakonat selama kurang lebih enam bulan.
Perayaan tahbisan dihadiri sekitar 30-an imam, biarawan-biarawati, keluarga para imam baru, umat Paroki Cipanas, serta tamu undangan. Sentuhan tradisional dalam lagu-lagu liturgi nuansa degung Sunda dari anak-anak Panti Asuhan St Yusup Sindanglaya membuat perayaan terasa agung dan khidmat. Dalam homilinya, Mgr. Paskalis mengatakan bahwa melalui rahmat tahbisan yang diterima seorang imam menjadi manusia baru sehingga perlu melakukan transformasi diri terus-menerus. “Transformasi itu akan terjadi ketika seorang imam mengalami sungguh-sungguh Allah dalam perjalanan hidupnya. Pengalaman yang sungguh (mendalam) akan Allah ini akan memampukan seorang imam untuk terus membaharui diri” tegas Uskup yang pernah menjadi Definitor General OFM untuk Asia-Oceania periode 2009-2013 lalu.

Momen sakral ketika para Imam tertahbis meniarap, memohon doa para Kudus dan menyerahkan diri ke hadapan Tuhan. Litani Para Kudus dinyanyikan secara lantang.
Sejalan dengan semangat sinodal Gereja dalam membangun komunio, partisipasi, dan misi, Mgr. Paskalis juga mengajak keempat imam baru agar siap diutus ke mana pun dibutuhkan oleh Gereja untuk mewartakan Tuhan, bukan diri sendiri, bukan juga rencana-rencana keluarga, dan bukan pula rencana tarekat. “Seorang imam perlu membangun relasi yang baik dengan sesama imam dan umat, bukan membangun hidup yang terkotak-kotak oleh spiritualitas, sehingga dapat menjadi pewarta yang baik. Selain itu, seorang imam perlu memiliki relasi yang dekat dengan Tuhan; tetaplah berdoa, mengucap syukurlah dalam segala hal, dan merayakan ekaristi, serta ber-discernment dengan baik dalam hidup” tambah beliau.

Imam baru menjanjikan ketaatan kepada Bunda Gereja ke dalam tangan Uskup.
Harapan akan seorang imam yang siap diutus ke mana saja untuk mewartakan Tuhan juga disampaikan oleh Bapak Yulius Masdai dalam kata sambutannya mewakili pihak keluarga. “Anak-anak kami yang baik, pergilah dan taburkanlah kebenaran, keadilan, cinta kasih kepada umat beriman di manapun Anda diutus. Orang tua anda sekarang adalah siapa yang anda jumpai dalam pelayanan. Jika anda mendokan mereka, maka anda juga tentu mendoakan kami. Kami juga berharap agar anda tidak pernah lupa untuk merayakan misa kudus, sebab dengan merayakan misa kudus, meskipun kami tidak ikut langsung di dalamnya misa kudus itu, kami yakin dan percaya bahwa kami juga turut mendapatkan rahmat dari misa kudus yang anda rayakan” jelas Pak Yulius dengan yakin.

Penumpangan tangan oleh Uskup dan para Imam konselebran. Tanda kolegialitas dan kesatuan dalam imamat Gerejawi.
Pada akhir perayaan, Minister Provinsi, Sdr. Mikhael Peruhe OFM membacakan perutusan para Imam baru. Keempat Imam baru diutus untuk kembali berkarya di tempat diakonat mereka sebelumnyasampai ada keputusan baru dari Persaudaran. Dengan demikian, Sdr. Urbanus Tangi OFM kembali bertugas di Gereja St. Theodorus-Paroki Liwa, Keuskupan Tanjungkarang; Sdr. Januarius Martin Stau OFM bertugas di Panti Asuhan Vincentius Putera, Jakarta; Sdr. Theofanus Arito OFM diutus kembali ke Gereja St. Petrus-Paroki Cianjur, Keuskupan Sufragan Bogor; dan Sdr. Apolinaris Pierer Nana OFM ditugaskan kembali ke Novisiat Transitus Depok, Keuskupan Sufragan Bogor.
Kontributor: Sdr. Jimmy HR Tnomat OFM dan Sdr. Irfan Afriyanto OFM
Ed.: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar