“Menghidupi Karisma, Persekutuan, dan Misi Fransiskan di tengah Perubahan Dunia”
Bogor-OFM -Hari Minggu yang cerah menyambut dinamika sidang provinsi hari kedelapan. Tanggal 28 September 2025 menjadi hari yang menentukan bagi persaudaraan Fransiskan di Indonesia dan Timor Leste. Malam sebelumnya, para peserta sidang telah merampungkan keputusan sidang. Hari ini, para saudara memilih Minister Provinsi, Vikaris Provinsi, dan Definitor baru. Pemilihan diadakan pada pukul 08.00 WIB. Sejak finalisasi hasil sidang hingga pemilihan, sesi pertemuan diadakan secara tertutup. Sesi pertemuan hanya diikuti oleh peserta sidang tanpa keterlibatan panitia. Pemilihan berlangsung hingga pukul 12.30 WIB dan ditutup dengan menyanyikan madah “Te Deum”
Pemilihan perangkat pimpinan baru ternyata menguras tenaga peserta sidang. Tidak butuh waktu lama bagi mereka untuk menuju kamar makan guna bersantap siang segera sesudah proses pemilihan selesai. Suasana santap siang nampak tenang dan santai. Wajah para peserta sidang sumringah, menandakan telah terpilihnya pimpinan baru. Meskipun demikian, demi ketaatan yang suci kepada Ketua Sidang, mereka harus “mengunci mulut” hingga pengumuman resmi oleh Ketua Sidang dalam Misa Pelantikan. Kegembiraan yang siap disemburkan dalam sorakan mesti tertahan.

Para dewan pimpinan baru
Perayaan Ekaristi pelantikan pimpinan baru berlangsung pada pukul 17.00 WIB. Perayaan dipimpin oleh Visitator General, Sdr. Kons Bahang, OFM, didampingi oleh Sdr. Ferry Kurniawan, OFM dan Sdr. Joel Pinto, OFM. Dalam perayaan, para dewan pimpinan lama menempati deretan bangku kiri paling depan. Mereka adalah Sdr. Mike Peruhe, OFM; Sdr. Daniel Klau Nahak, OFM; Sdr. Mateus Leonardus Batubara, OFM; dan Sdr. Dedie Kurniadi, OFM. Sementara itu, para dewan pimpinan baru yang terpilih duduk di deretan bangku kanan paling depan. Mereka adalah Sdr. Gusti Nggame, OFM; Sdr. Iron Rupa, OFM; Sdr. Albertus Purnomo, OFM; Sdr. Andreas Atawolo, OFM; Sdr. Goris Pontus, OFM; dan Sdr. Titus Restuaji, OFM. Dari susunan tersebut, dapat diketahui bahwa Sdr. Gusti menjabat sebagai Minister Provinsi yang baru. Sdr. Iron menjabat sebagai Vikaris Provinsi, selebihnya menjabat sebagai Definitor terpilih. Mereka dilantik oleh Sdr. Kons Bahang OFM selaku Visitator General. Beliau mewakili langsung Minister General yang ada di Roma.
Misa pelantikan berlangsung khidmat khas persaudaraan Fransiskan. Homili yang disampaikan oleh Sdr. Ferry Kurniawan, OFM mengobarkan harapan para saudara untuk tahun-tahun yang akan datang. Beliau menjelaskan tentang logo kapitel yang telah dirancangnya. Setelah homili, pelantikan Minister Provinsi dan yang lain dimulai dengan pengucapan sumpah yakni syahadat para rasul yang dilakukan oleh Sdr. Gusti di dalam tangan Sdr. Kons Bahang OFM. Sdr. Gusti OFM kembali mengikrarkan kaulnya di hadapan para saudara. Berikutnya, para anggota dewan pimpinan yang baru diberkati oleh Sdr. Kons Bahang OFM.

Pelantikan Minister Provinsi baru, Sdr. Agustinus Laurensius Nggame OFM oleh Visitator General selaku perwakilan Minister General di Roma.
Tradisi berikutnya yang tidak kalah menarik adalah pengungkapan ketaatan para saudara ke dalam tangan Minister Provinsi baru. Setiap saudara yang hadir di dalam kapel maju dan berlutut di hadapan Minister Provinsi baru dan menyerahkan tangannya ke dalam tangan Minister Provinsi sebagai lambang penyerahan diri sekaligus ketaatan. Para anggota dewan yang lama dengan yang baru kemudian menandatangani dokumen serah jabatan anggota dewan.

Pernyataan kesetiaan para Saudara Dina kepada Minister Provinsi baru. Tampak Sdr Mikael Peruhe OFM, Minister Provinsi lama menyatakan kesetiaan dan ketaatan kepada Minister Provinsi baru.
Suasana sukacita atas terpilihnya pimpinan yang baru juga dirayakan dengan rekreasi bersama selepas makan malam. Berbeda dengan rekreasi sebelumnya, kali ini rekreasi dilakukan secara terpimpin. Sdr. Kristian Nugroho OFM dan Sdr. Juan Carlo OFM menjadi pemandu acara. Sejumlah mata acara penting dalam rekreasi bersama adalah apresiasi terhadap Visitator General dan Moderator yang telah membantu kelancaran sidang, apresiasi terhadap dewan pimpinan lama, serta tukar kado antarpeserta sidang. Setiap peserta sidang membawa buah tangan khas daerah pelayanan masing-masing. Dibantu oleh panitia, buah tangan yang dibawa ditukar antarpeserta.

Menari bersama menjadi semacam “kewajiban” dalam rekreasi bersama. Cara sederhana dan murah merayakan persaudaran.
Acara rekreasi berakhir pada pukul 23.00 WIB. Acara rekreasi ditutup dengan menari bersama dan bernyanyi bersama. Selepas itu, sejumlah saudara masih bertahan untuk bercerita dan berbagi kisah.
Kontributor: Sdr. Carlo OFM
Ed.: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar