Reportase Sidang Provinsi 2025 Hari Pertama

“Menghidupi Karisma, Persekutuan, dan Misi Fransiskan di tengah Perubahan Dunia” 

Bogor, OFM  Bulan September menjadi  bulan penuh Rahmat bagi Persaudaraan Fransiskan Provinsi St. Michael Malaikat Agung Indonesia dan Fundasi St. Antonio de Lisboa, Timor Leste. Pasalnya, mulai tanggal 21 September hingga 29 September 2025, Persaudaraan OFM Indonesia dan Timor Leste mengadakan Sidang Provinsi di Wisma Kinasih Resort & Conference-Caringin, Bogor.

Sidang Provinsi tahun 2025 mengangkat tema “Menghidupi Kharisma, Persekutuan, Misi Fransiskan di Tengah Perubahan Dunia.” Sebagai instrumen penting dan tertinggi dalam persaudaraan, Sidang Provinsi berfungsi mengatur hidup dan misi para saudara. Situasi dunia yang berubah cepat dan memberi tantangan signifikan bagi para pengikut Santo Fransiskus Assisi menjadi dorongan utama dibahasnya tiga pilar penting dalam hidup para Fransiskan: karisma, persekutuan, dan misi. Pembahasan tersebut menjadi titik tolak untuk menemukan kembali relevansi hidup sebagai Fransiskan di dunia kiwari.

Sdr. Peter Beto, OFM, salah satu peserta Sidang Provinsi tiba di lokasi dan disambut oleh panitia.

Pada 21 September 2025, menjelang petang, para Saudara Dina mulai berdatangan di Wisma Kinasih dengan berbagai macam kendaraan. Ada yang menggunakan sepeda motor, mobil, dan mini bus. Para saudara nampak bersemangat dan antusias kala tiba di tempat berlangsungnya Sidang Provinsi. Mereka datang sebagai perwakilan dan utusan dari berbagai bidang karya dan komunitas para Fransiskan di  Jakarta, Depok, Bogor, Puncak, Lampung, Kalimantan, Jogjakarta,  Flores, Atambua, Timor Leste, serta dari Roma, Italia.

Mengawali Sidang Provinsi dengan Ibadat Sore bersama.

Sejenak melepas lelah, kegiatan dimulai pada pukul 16.00 WIB dalam Ibadat Sore bersama. Ibadat dipimpin oleh Sdr. Kristian, OFM dan Sdr. Vendro , OFM. Setelah ibadat, para saudara langsung menuju ke kamar makan untuk menikmati makan malam.

Rekoleksi pembukaan Sidang Provinsi 2025 dibawakan oleh Sdr. Martin Harun OFM.

Bagian pertama rekoleksi ini mengangkat subtema pertama Sidang Provinsi, yaitu karisma. Dalam pemaparannya, Sdr. Martin menjelaskan perihal minoritas sebagai karisma penting dalam hidup sebagai Fransiskan. Beliau mengawali rekoleksi dengan mengajak para peserta mendalami syair “Kidung Segenap Ciptaan” untuk menjelaskan minoritas sebagaimana yang diteladankan oleh Santo Fransiskus Assisi. Hidup Santo Fransiskus yang ditandai dengan kerendahan hati berakar pada iman dan kasihnya akan Kristus. Baginya, Kristus sendiri yang memberi teladan utama perihal kerendahan hati. Ia rela merendahkan diri untuk menjadi manusia hina. Rekoleksi ditutup dengan Ibadat Completorium yang dipimpin oleh Sdr. Carlo Mukin, OFM dan Sdr. Kristian,OFM. Setelah Ibadat Completorium, para saudara melanjutkan dengan kegiatan refleksi pribadi dan istirahat malam.

Kontributor: Sdr. Carlo OFM

Ed.: Sdr. Rio OFM

Tinggalkan Komentar