Jakarta, OFM – Pada Jumat, 29 September 2023, Gereja sejagat merayakan Pesta St. Mikael, St. Gabriel, dan St. Rafael (Malaikat-malaikat Agung). Bertepatan dengan perayaan itu, hari ini juga menjadi momen istimewa bagi Persaudaraan OFM Indonesia karena merayakan Pesta Pelindung Provinsi dan Syukur dua puluh lima (25) tahun Hidup Membiara kelima Saudara, yaitu Sdr. Damasus Lekan Ujan, OFM, Sdr. Mateus Leonardus Batubara, OFM, Sdr. Timotius Titus Petrus Beto, OFM, Sdr. Frumensius Gions, OFM, dan Sdr. Agustinus Laurentius Nggame, OFM. Sdr. Gusti Nggame, OFM tidak dapat turut serta dalam perayaan ini karena sedang menjalankan tugas sebagai visitator general di Provinsi Fransiskus Duta Damai, Papua. Perayaan syukur ini dilaksanakan di Ballroom Vitra- Jl. Kramat Raya 134 dengan Perayaan Ekaristi Kudus yang terbingkai dalam tema perayaan “Aku melanjutkan kasih setiaKu kepadamu” (Yer. 31:3). Perayaan ini dipimpin oleh Sdr. Mikael Peruhe, OFM (Minister Provinsi) didampingi oleh Sdr. Daniel Klau Nahak, OFM (Vikaris Provinsi) dan para yubilaris.

Homili disampaikan oleh Sdr. Frumens Gions, OFM. Ia menyampaikan tiga point disertai penjelasan dari setiap point-nya, yaitu tradisi, persaudaraan, dan kerja. Juga, Sdr. Frumens, OFM membagikan tips terkait bagaimana mereka dapat setia dalam hidup membiara. “Kunci utama untuk menjaga kesetiaan adalah berani bertanggung jawab dan bahu-membahu dengan sesama saudara. Persaudaraan adalah jembatan yang memampukan kita untuk bisa melewati tantangan-tantangan yang kita hadapi,” ungkap Sdr. Frumens, OFM.

Para yubilaris mengucapkan kembali profesi “serah diri” di hadapan Minister Provinsi dan umat yang hadir.

Sebelum berkat penutup, Sdr. Damas Ujan, OFM didapuk mewakili para Saudara Yubilaris untuk memberikan kata sambutan. Seperti biasa, Sdr. Damas, OFM yang pernah memberikan kata sambutan ketika Sdr. Mikael Peruhe, OFM merayakan syukuran tahbisan imamat di Lembata (meskipun ketika itu Sdr. Damas baru menyelesaikan masa postulatnya di Yogyakarta), sangat berapi-api mengurai maksud hati dan perasaan mereka setelah dua puluh lima tahun menjalani hidup sebagai seorang Saudara Dina. Usai kata sambutan dari perwakilan yubilaris, Minister Provinsi menyampaikan sambutannya. Sdr. Mike, OFM menyampaikan ucapan terima kasih atas pengabdian lima saudara yubilaris dalam berjuang bersama mewartakan Injil Kristus dan membangun persaudaraan di dalam provinsi.

Perayaan Ekaristi ini melibatkan utusan-utusan dari lima Paroki Fransiskan di Keuskupan Agung Jakarta dan Keuskupan Sufragan Bogor (Paroki Kramat, Paroki Cempaka Putih, Paroki Depok, Paroki Cipanas, dan Paroki Cianjur), Yayasan Fransiskus Jakarta (gabungan SMP St. Fransiskus I Kramat-SMA St. Fransiskus I Kramat dan SMA St. Fransiskus II Kampung Ambon), dan OFS Paskalis. Para utusan itu menyampaikan doa umat dalam berbagai bahasa (Batak Toba, Sunda, Jawa, Lamaholot-Lembata, Mandarin, Manggarai-Flores, Inggris, dan Indonesia) dan menggunakan busana daerah. Selain itu, utusan dari lima Paroki Fransiskan juga menyiapkan bahan persembahan sekaligus mengantarkannya ke altar. Sementara itu, perayaan Ekaristi dimeriahkan dengan nyanyian indah dari para Saudara Muda Jakarta. Selain utusan-utusan dari paroki dan yayasan, donatur-donatur memberikan perhatian dan kontribusi untuk kelancaran acara syukuran ini, secara khusus dalam bentuk konsumsi.

Para yubilaris bersama Minister dan Vikaris Provinsi bersiap-siap memotong tumpeng.

Usai Perayaan Ekaristi, acara dilanjutkan dengan ramah tamah di bawah panduan dua MC (master of ceremony) kondang, Sdr. Francis, OFM dan Sdri. Ririn (salah seorang orang muda katolik dari Paroki Cempaka Putih, Gereja St. Paskalis). Persembahan-persembahan acara yang disuguhkan adalah cuplikan kisah perjalanan panggilan para yubilaris dalam bentuk video, tarian dari gabungan SMP St. Fransiskus  I Kramat-SMA St. Fransiskus I Kramat, modern dance dari SMA Fransiskus II Kampung Ambon, vocal group dari Panti Asuhan Vincentius Putra, pemotongan tumpeng, pemberian kain ulos (kepada pimpinan, yubilaris, dan panitia) dari Ikatan Keluarga Katolik Sumatera Utara (IKKSU), persembahan nyanyian khas Batak dari para yubilaris, dan pamungkasnya adalah menari bersama dalam gerak terpadu diiringi lagu-lagu yang menyemangati.

Ungkapan syukur diterjemahkan bersama seluruh keluarga-umat-kenalan yang hadir dengan acara “goyang bersama”.

Kontributor: Sdr. Jimmy Hendrik Rance Tnomat, OFM dan Sdr. Robertus Efata Lehot, OFM

Ed.: Sdr. Vincent, OFM

Tinggalkan Komentar