Reportase Sidang Provinsi 2025 Hari Ketujuh

“Menghidupi Karisma, Persekutuan, dan Misi Fransiskan di tengah Perubahan Dunia” 

 Bogor, OFM ― Sidang Provinsi memasuki hari ketujuh. Sunyi pagi dipecah oleh suara peserta sidang memuji Tuhan dalam Ibadat Pagi dan Perayaan Ekaristi. Ibadat Pagi dimulai pada pukul 06.00 WIB, dipimpin oleh Sdr. Peter Beto, OFM dan Sdr. Abbah Lasar, OFM. Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Sdr. Daniel Nahak, OFM. Beliau didampingi oleh Sdr. Gonsa Saur, OFM; Sdr. Hendrik Seta, OFM; dan Sdr. Fendy Marut, OFM. Homili dibawakan oleh Sdr. Hendrik OFM. Dalam homilinya, beliau berpesan agar para peserta sidang memelihara ingatan, kehendak, dan pemahaman akan rencana Allah dalam perjalanan hidup dan panggilan mereka.

Sdr. Hendrik OFM sedang menyampaikan homili di hadapan para peserta sidang.

Berbeda pada hari-hari sebelumnya, sesi pertemuan baru dimulai pada pukul 10.30 WIB. Para peserta sidang menunggu Steering Committee yang sedang berjibaku merumuskan draft keputusan berdasarkan masukkan dalam pleno sehari sebelumnya. Sesi diawali dengan  refleksi kilas-balik yang dibawakan oleh Sdr. Eras Baum OFM. Bertolak dari pengamatan terhadap dinamika sidang, beliau menghadirkan refleksi dengan judul “Antara Roh dan Struktur: Mencari Titik Organik Karisma Fransiskan”. Beliau menyoroti tegangan antara intuisi yang dinamis dan institusi yang rigid serta menawarkan semacam “jalan tengah”. Sidang Provinsi adalah cara untuk menjembatani dua kutub tersebut.

Dinamika diskusi membahas draf keputusan sidang.

Sesi difasilitasi oleh Sdr. Gonsa Saur, OFM. Anggota Steering Committee, Sdr. Mateus OFM dan Sdr. Fery OFM membacakan draft rumusan keputusan yang langsung ditanggapi oleh para peserta sidang. Tanggapan yang diberikan berupa koreksi ataupun afirmasi terhadap rumusan tersebut. Pertemuan berlangsung hingga pukul 13.00 WIB.

Pertemuan yang menguras tenaga mendorong para saudara untuk segera makan siang. Namun, tuntutan koreksi draft keputusan yang belum selesai lebih mendesak, sehingga  para peserta sidang berkumpul lagi di ruang pertemuan pada pukul 15.00 WIB. Koreksi terhadap draft selesai pada pukul 18.30 WIB.

Berdiskusi ringan di sela-sela sesi menanggapi draft keputusan.

Selepas makan malam, para saudara berkumpul kembali di  ruang pertemuan untuk melakukan voting persetujuan terhadap draft keputusan. Keseluruhan proses sejak pemaparan laporan-laporan, diskusi kelompok, hingga voting, bermuara pada dihasilkannya keputusan sidang yang memiliki kekuatan mengikat seluruh anggota persaudaraan. Pertemuan voting selesai pada pukul 22.30 WIB. Setelah itu para saudara menuju ke kamar masing-masing untuk berisitrahat.

Kontributor: Sdr. Carlo OFM

Ed.: Sdr. Rio OFM 

Tinggalkan Komentar